AkhbarulYaum.com. Perempuan Kuat dan Mandiri
Aisyah istri Nabi itu kuat dan mandiri. Ia kuat secara intelektual. Semasa Nabi hidup Aisyah itu semacam juru bicara. Ia banyak menjelaskan berbagai perkara. Saat Nabi kesulitan menyampaikan hal-hal terkait soal kewanitaan, Aisyah lah yang tampil menjadi "penyambung lidah". Setelah Nabi wafat, Aisyah menjadi periwayat hadist. Jumlahnya sangat banyak, tidak terbatas ada soal kewanitaan saja.
Aisyah istri Nabi itu kuat dan mandiri. Ia kuat secara intelektual. Semasa Nabi hidup Aisyah itu semacam juru bicara. Ia banyak menjelaskan berbagai perkara. Saat Nabi kesulitan menyampaikan hal-hal terkait soal kewanitaan, Aisyah lah yang tampil menjadi "penyambung lidah". Setelah Nabi wafat, Aisyah menjadi periwayat hadist. Jumlahnya sangat banyak, tidak terbatas ada soal kewanitaan saja.
![]() |
| Ilustrasi Wanita Sedang Menghirup Udara |
Tidak cuma itu. Aisyah pernah menjadi panglima perang, dalam Perang Unta. Terlepas benar atau tidaknya tindakan Aisyah dalam perang ini, ia adalah seorang panglima. Ia mampu menghimpun orang, dan memimpin mereka mengangkat senjata. Tidak ada yang bisa membantah bahwa Aisyah itu kuat dan mandiri.
Khadijah, istri Nabi yang pertama adalah juga perempuan kuat dan mandiri. Di tengah masyarakat yang didominasi lelaki, ia sanggup jadi saudagar. Nabi tadinya adalah karyawannya. Tak bisa diragukan, Khadijah adalah perempuan kuat dan mandiri.
Dari riwayat dua istri Nabi itu kita bisa simpulkan bahwa Nabi menyukai perempuan yang kuat dan mandiri. Beliau memilih istri yang kuat dan mandiri.
Kini ada ustaz yang berkata bahwa perempuan kuat dan mandiri itu menakutkan. Nah, ustaz ini mencontoh siapa? Sepertinya bukan mencontoh Nabi. Mungkin ia hanya menyuarakan ketakutan dia sendiri.
Laki-laki penakut begini biasanya bijinya kecil.
- Hasanudin Abdurakhman -

0 comments:
Post a Comment